Seluruh dinas naker diminta mendata TKI di Mesir


JAKARTA: Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) meminta seluruh dinas tenaga kerja provinsi dan kabupaten/kota segera mendata dan melaporkan warganya yang menjadi TKI di Mesir, Yaman, dan sejumlah negara di Timur Tengah yang tengah bergolak.

Hal itu harus dilakukan agar proses evakuasi warga Indonesia di Mesir tidak terkendala masalah pendataan TKI yang berada di negara yang dilanda konflik.

“Jadi, diharapkan proaktif dari keluarga TKI segera melapor identitas dan keberadaan keluarganya yang bekerja di daerah yang tengah bergolak itu kepada dinas tenaga kerja setempat,” jelas Menakertrans Muhaimin Iskandar, hari ini.

Dinas tenaga kerja juga diminta untuk bertindak proaktif dalam mensosialisasikan pentingnya partisipasi dan inisiatif warga untuk segera melaporkan kembali keberadaan anggota keluarganya di negara-negara tersebut.

Berdasarkan data KBRI Kairo Mesir, tercatat jumlah WNI di Mesir per Desember 2010 sebanyak 6.149 orang.

Dari Jumlah tersebut, sekitar 4.297 adalah pelajar dan mahasiswa, 1.002 tenaga kerja wanita, 163 keluarga besar KBRI, 300 keluarga dari mahasiswa, 99 tenaga ahli dan 50 tenaga kerja asing.

Untuk TKI di negara konflik lainnya seperti Yaman yang belum memiliki memorandum of understanding (MoU/nota kesepahaman) dengan Indonesia belum terlacak jumlahnya, tapi diperkirakan ada sekitar 500 orang.

“Proses pendataan dan pengumpulan informasi dapat berjalan dua arah. Kami harap laporan dan data warga yang dikumpulkan dinas-dinas, serta disampaikan kepada Kementerian Luar Negeri dengan tembusan informasi ke Kemenakertrans,” tuturnya.

Menurut Muhaimin, hal tersebut akan sangat membantu Kementerian Luar Negeri dalam mempercepat proses evakuasi WNI di Mesir dan negara konflik lainnya.

Saat ini, pemerintah Indonesia tengah aktif melakukan pemulangan sekitar 6.000 WNI dari Mesir setelah negeri itu bergejolak akibat demo masal yang menuntut pengunduran diri Presiden Husni Mubarak.

Jumlah TKI di Mesir diperkirakan Menakertrans tidak terlalu besar, hanya sekitar ratusan, tapi mereka dipastikan akan termasuk dalam warga yang dievakuasi pemerintah.

Selain Mesir, negara-negara disekitarnya juga diperkirakan akan mengalami pergolakan serupa sehingga pihak Kemenakertrans berharap dapat dilakukan pendataan untuk antisipasi jika dibutuhkan evakuasi juga.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh. Jumhur Hidayat menyatakan dalam jangka pendekjika situasi di Mesir atau negara konflik lainnya semakin memburuk, maka para TKI akan dievakuasi ke KBRI/KJRI terdekat.

Mengenai kemungkinan dilakukannya evakuasi terhadap TKI yang bekerja di Mesir, lanjutnya, ada protap (prosedur tetap) yang menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengambil keputusan kapan dilakukan evakuasi ke KBRI, atau jika semakin mendesak dilakukan evakuasi ke Tanah Air.

Jumhur menambahkan pemerintah tidak akan membiarkan warganya termasuk TKI, baik yang legal maupun ilegal, terancam akibat akumulasi aksi-aksi massa yang melanda Mesir atau negara konflik lainnya.

“Pemerintah semaksimal mungkin akan memberikan perlindungan kepada WNI/TKI di Mesir dan negara-negara konflik yang lain dengan koordinasi bersama aparat keamanan setempat,” ungkapnya. (mfm)
AddThis Social Bookmark Button

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s